Setiap kata yang kau racik dan kau susun rapih mempertemukan kita.
Setiap kata yang kau racik dan kau susun rapih, aku merasakanmu.
Setiap kata yang kau racik dan kau susun rapih kuselami duniamu.
Dari jendela hatimu terkuak, menguap bersama kata.
Rabu, 05 Juni 2013
Jumat, 31 Mei 2013
Saat hidup kehilangan rasa
Tak ada lagi tawa
Yang ada hanya tanya
Di bawah kelambu berselimut malam mencari makna
Saat gelap menjadi pekat, bertempur melawan buta
Menerawang jauh ke semesta
Menembus sekat lapis dirgantara
Gadis sejuta ekspresi
Selalu penuh narasi
Berkiblat pada emosi dan intuisi
Hampa ditangisi
Nihilisme diratapi
Kemudian lelah tapi tidak depresi
Hanya tidak mau lagi berargumentasi
Di tengah segunung tugas, menanti pelarian ke Padang.
Tak ada lagi tawa
Yang ada hanya tanya
Di bawah kelambu berselimut malam mencari makna
Saat gelap menjadi pekat, bertempur melawan buta
Menerawang jauh ke semesta
Menembus sekat lapis dirgantara
Gadis sejuta ekspresi
Selalu penuh narasi
Berkiblat pada emosi dan intuisi
Hampa ditangisi
Nihilisme diratapi
Kemudian lelah tapi tidak depresi
Hanya tidak mau lagi berargumentasi
Selasa, 21 Mei 2013
Ada Yang Hilang
Dalam kehampaan. Keheningan. Kekosongan.
Aku bertanya.
Aku mencari. Haus akan satu sosok.
Mendamba akan kefamilieran satu sosok.
Apa yang melekat padanya, untuk membuat aku dalam situasi yang familier.
Hingga irama kidung dilantunkan untuk mengisi hening.
Hanya agar memenuhi ruang yang kosong.
Memadati setiap celah ruang dalam pikiran yang dikuasiai kekosongan.
untuk mengusir hampa
Ada yang hilang.
Aku mencari makna dari wujud artifisial,
hanya untuk mendapatkan kefamilieran untuk menggantikan kekosongan.
Dari dia yang melanglang.
Berlajan untuk mencari jati diri
Selasa, 07 Mei 2013
A Fortunate Young Lady's Thinking
It is just an opinion, young lady.
I see a lot more than you can see
His eyes, it is not just something that is narrow.
It talks. It speaks the unspoken.
What you have is a treasure.
Look inside deep within his eyes.
You will see life. A soul.
A soul of a vulnerable men.
Longing for comprehension. A tenderness.
A hand to hold.
A place to leaned.
I see a lot more than you can see
His eyes, it is not just something that is narrow.
It talks. It speaks the unspoken.
What you have is a treasure.
Look inside deep within his eyes.
You will see life. A soul.
A soul of a vulnerable men.
Longing for comprehension. A tenderness.
A hand to hold.
A place to leaned.
Yours,
Senin, 06 Mei 2013
Selasa, 30 April 2013
Akhirnya setelah hampir 2 tahun Ara come back juga to the stage.
Akhirnya setelah bertahun-tahun punya foto selain pegang bat juga :'')
Akhirnya setelah bertahun-tahun punya foto selain pegang bat juga :'')
![]() |
| Kalo biasanya persiapan sebelum tanding siapin peralatan, ngitungin bola, visualisasi games. Sekarang dandan pake bulu mata palsu. Gila ya persiapannya aja makan waktu kurang lebih 2 jam -_- |
![]() |
| @UPH Awards 7 |
Sabtu, 20 April 2013
Di Baluran Ada Bintang
Hampir 2 tahun semenjak Palangkaraya, saya rindu dengan langit malam berbintang. Di Jakarta tempat saya tinggal langitnya terlalu berawan dan lampunya terlalu banyak, menciptakan sekat antara mata dan dirgantara.
Hampir genap empat bulan saya mencari malam di mana angkasa berlimpah bintang, tetapi nihil kesempatan. Kali pertama di Malang tepatnya Bromo dan Sempu. Namun itu Januari dan kemarau masih lama. Alhasil, langit taram-temaram. Saya kecewa.
Mungkin sempu lebih ramah terhadap cita-cita saya.
Segara anakan yang merupakan cagar alam jarang ada aktifitas manusia. Tidak ada lampu, yang ada hanya alam dan kegelapannya. Berkarpetkan laut dan hamparan luas yang membentang. Mungkin rindu saya dapat terobati. Namun sekali lagi musim tidak mau lalai waktu. Ia beri hujan angin. Bukan hanya malam menjadi dingin tapi langit tertutup air. Saya terpaksa berlindung di tenda yang kami dirikan dipinggiran Segara Anakan. Kali ini saya pupus harapan. Membayangkan apa yang seharusnya bisa diberikan langit Segara Anakan.
Masih belum mau menyerah, Maret lalu saya ke puncak ke tempat terbang layang. Hanzi bilang di sana penuh bintang. Sekali lagi saya harus dikecewakan langit karena pilihan waktu saya tidak tepat. Langit tetap mendung berawan kembali menciptakan sekat bagi dirgantara. Walaupun bukit tempat terbang layang memberikan pandangan kota dengan sejuta cahaya bintang artifisial tetapi tetap tidak ada yang seindah yang alam berikan.
Tengah April kemarin saya ke Baluran, salah satu dari lima Taman Nasional di Indonesia. Ia adalah Afrika-nya pulau Jawa. Berada di sana seperti ada di setting film Lion King. Hari pertama sampai, langit juga berawan. Ada bintang. Tetapi dengan jumlah yang tidak seharusnya alam terbuka seperti itu dapat berikan. Hari kedua kami Night Safari Trekking. Berjalan malam-malam disekitar Savannah untuk mencari populasi rusa dan banteng. Tetapi di tengah trekking hujan mulai turun sehingga kami harus menghentikan perjalan kami. Tetapi tidak lama setelah itu langit menjadi super cerah. Awan-awan tersingkap menyuguhkan keindahan sebenarnya. Bintang tiga deret selalu ada tapi kali ini bersama beribu bintang lainnya. Bukan main, saya se-ekor ikan yang selalu mengadahkan kepala ke atas. Rindu saya akan langit dan entah sihir apa yang membungkusnya terpenuhkan. Ada apa dengan langit dan bintang saya tidak tahu, tapi mereka mampu menyihir saya untuk duduk diam berjam-jam menatap kerlipnya, mencari rahasia apa yang sebenarnya langit suguhkan. Terimakasih Baluran, di Baluran ada bintang :)
Langganan:
Postingan (Atom)


