Sabtu, 20 April 2013

Di Baluran Ada Bintang

Hampir 2 tahun semenjak Palangkaraya, saya rindu dengan langit malam berbintang. Di Jakarta tempat saya tinggal langitnya terlalu berawan dan lampunya terlalu banyak, menciptakan sekat antara mata dan dirgantara.

Hampir genap empat bulan saya mencari malam di mana angkasa berlimpah bintang, tetapi nihil kesempatan. Kali pertama di Malang tepatnya Bromo dan Sempu. Namun itu Januari dan kemarau masih lama. Alhasil, langit taram-temaram. Saya kecewa. 

Mungkin sempu lebih ramah terhadap cita-cita saya.
Segara anakan yang merupakan cagar alam jarang ada aktifitas manusia. Tidak ada lampu, yang ada hanya alam dan kegelapannya. Berkarpetkan laut dan hamparan luas yang membentang. Mungkin rindu saya dapat terobati. Namun sekali lagi musim tidak mau lalai waktu. Ia beri hujan angin. Bukan hanya malam menjadi dingin tapi langit tertutup air. Saya terpaksa berlindung di tenda yang kami dirikan dipinggiran Segara Anakan. Kali ini saya pupus harapan. Membayangkan apa yang seharusnya bisa diberikan langit Segara Anakan.

Masih belum mau menyerah, Maret lalu saya ke puncak ke tempat terbang layang. Hanzi bilang di sana penuh bintang. Sekali lagi saya harus dikecewakan langit karena pilihan waktu saya tidak tepat. Langit tetap mendung berawan kembali menciptakan sekat bagi dirgantara. Walaupun bukit tempat terbang layang memberikan pandangan kota dengan sejuta cahaya bintang artifisial tetapi tetap tidak ada yang seindah yang alam berikan.

Tengah April kemarin saya ke Baluran, salah satu dari lima Taman Nasional di Indonesia. Ia adalah Afrika-nya pulau Jawa. Berada di sana seperti ada di setting film Lion King. Hari pertama sampai, langit juga berawan. Ada bintang. Tetapi dengan jumlah yang tidak seharusnya alam terbuka seperti itu dapat berikan. Hari kedua kami Night Safari Trekking. Berjalan malam-malam disekitar Savannah untuk mencari populasi rusa dan banteng. Tetapi di tengah trekking hujan mulai turun sehingga kami harus menghentikan perjalan kami. Tetapi tidak lama setelah itu langit menjadi super cerah. Awan-awan tersingkap menyuguhkan keindahan sebenarnya. Bintang tiga deret selalu ada tapi kali ini bersama beribu bintang lainnya. Bukan main, saya se-ekor ikan yang selalu mengadahkan kepala ke atas. Rindu saya akan langit dan entah sihir apa yang membungkusnya terpenuhkan. Ada apa dengan langit dan bintang saya tidak tahu, tapi mereka mampu menyihir saya untuk duduk diam berjam-jam menatap kerlipnya, mencari rahasia apa yang sebenarnya langit suguhkan. Terimakasih Baluran, di Baluran ada bintang :)


"Langit adalah kitab suci yang terbentang."




Lokasi Savannah untuk Safari Night Trekking pada siang hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar