Minggu, 14 Oktober 2012
Jogja
Jogja
"The point is to get lost"
Was in adventure, exploring. Explore; travel
in or through (an unfamiliar country or area) in order to learn about
or familiarize oneself with it. Suatu tempat jadi menarik kalo kita tau
gimana cara explorenya. Memperhatikan tanah yang kita pijak,
melihat detil tempat, sadar sama pembicaraan yang terjadi di
sekitar kita. Bahkan halaman rumahnya dijadiin toko jus aja bisa jadi menarik haha. Weekend
kemaren emang mepet, tapi gue bener-bener harus menggantikan yang
terlewatkan (macem sheila on7 brur). Secara selama 7 bulan ini hidup gue cuma softball bae, jadi aja walaupun cuma 2 hari libur tetep cabut ke jogja. Niatnya pingin ke pantai, ke goa pindul, ke mana ke mana, blablabla blabla. ujung2nya goes bae. Naik sepedah inez. Padahal buta jalannya setengah mati. Tapi seyuuu bwangett syiiihhh. Emang tujuannya, serunya ya kalo nyasar itu. Btnya charger batre kamera ilaaaaang jadi ngga bisa vutu2. alhasil cuma foto emprit aje pake kamera hp baru guahahaha. bedewe emprit itu burung pemakan padi di sawah. Ditangkepin buat di goreng. Pas liat bentuknya shocking pink banget. Kaya kecoa atau jangkrik gitu. tapi enyaak nyak nyak. Next destination, yang deket ajelah. Bandung.
Mprit. Kasian mprit >.<
"The world is a book
and those who do not travel
read only one page"
- St. Augustine
and those who do not travel
read only one page"
- St. Augustine
Jumat, 21 September 2012
Mau dikata apa, Emas coy..
Emas cooyy… Empat tahun! Empat tahun! Empat tahun udah saya
mimpiin. Setiap langkahnya, setiap aksinya, setiap perilakunya, setiap
kata yang diucapin selalu mengarah ke situ emang. Ke mimpi. Emang bener
kalo kata om Andrea Hirata yang udah ngajarin caranya bermimpi
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” -Arai
Cakep
ye kata-katanya! Enggak lepas dari itu sih inspirasi. Setelah sembilan
belas tahun Softball Putri DKI Jakarta bisa ngerebut medali emas buat
kota metropolis lagi di PON 2008, Kalimantan Timur. Dengan tim yang
beregenarasi dan ngga diharapin sabet emas tapi dibekalin latian,
motivasi, keyakinan, kemauan untuk jadi yang terbaik. Bukan suatu hal
yang mustahil tuh.
Awal-awal… Mulanya sih iseng aja.
Janjian sama Rizki yang lagi gila-gilanya Badminton. “Janji ya ki!
Ketemuan kita di PON 2012 (4 tahun yang lalu nih). Lu main badminton
sama firdasari gua main softball” tos deh itu abisan. Keren banget
macem anak SMA. Haha. Setahun dua tahun terus kita ngomongin. Rizki
putus ditengah jalan. Enggak mau lanjut badminton lagi. Saya? Lanjut
terus walaupun sempet punya pikiran ”ngapain berpegang pada sesuat
teralu lama kalo udah tau udah ngga ada apa-apa buat dituju disana”.
Enggak kerasa udah 2011 aja.
2011… PraPON. Prestasi yang mencengangkan. Di situ
permainan terbaik saya. Titik di mana saya percaya ngga ada yang ngga
mungkin. Ada power dalam diri tiap orang yang lebih besar dari apapun.
Dia belom keluar. Harus dalam lingkungan yang pas. Bagi saya lingkungan
yang pas adalah. Penaruhan kepercayaan, harapan yang tidak berlibahan
serta motivasi tinggi. Benar kan.. Selangakah. Dua langkah.. Selangkah
lagi. Pelan-pelan semuanya ngarah ke mimpi saya, PON 2012.
Tim inti.. Singkat cerita, kepilih deh tim inti. It is living in a dream part one. Belom puas.
Pekan Olahraga Nasional…
Njir., ini nih yang ditunggu-tunggu. Tapi ada titik cacat sih di dalam
sini. Pertama kekecewaan. To be honest ini bukan best performance saya.
I kept thinking, men, I’ve been preparing for this for almost 4 years, dari semua performance gue, kenapa harus jelek sekarang. HAHAHA shid yo.
Pas menjelang final sih.
“nyet, kalo besok ngga menang gimana? Sia2 dong 4 tahun gua ngayal…”
“Trus kalo menang tapi sensasinya ngga seperti yang gua bayangkan trus
gimana?” “Trus kalo seperti yang gue bayangkan, abis itu mau apa?” HAHAHA shid yo part two.
Tapi
ngga papa. Semua ada udah di tata rapih sama Tuhan. Ada pembelajaran di
setiap moment. Buat saya kali ini adalah kontrol ambisi. Mimpi itu
malu, jangan kamu tungguin kapan keluar. Jangan diwaktuin. Jangan kasih
batasan, Jangan kasih deadline macem kerjaan kampus. Kalo itu semua
bisa dilaluin. Nikmatnya….
Emas cooyy…. Udah juara mau ngapain aja enyaak enyak enyak, Mau bobo sambil kayang besoknya pegel juga ngga papa ;)
Senin, 04 Juni 2012
Cinta dan Tuhan
Sejalan dengan waktu, dan proses pendewasaan yang memantapkan setiap pemaknaan, jawaban atas pertanyaan cinta dan Tuhan akan semakin sederhana.
“Inilah cinta. Inilah Tuhan.
Pengalaman bukan penjelasan.
Perjalan bukan tujuan.
Pertanyaan yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban
- Madre, Dee”
“Inilah cinta. Inilah Tuhan.
Pengalaman bukan penjelasan.
Perjalan bukan tujuan.
Pertanyaan yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban
- Madre, Dee”
Sabtu, 12 Mei 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
Sarah Adipayanti's Journey
Sarah Adipayanti’s Journey
Haloooo. I just get back from Medan.
I spend the whole week in parts of small town in Medan.
Most of them near Toba. Muara, Aritonang, Samosir, Tuk-tuk, and many places which I hardly remember the name.
There are actually many stories and new experiences I would like to share, so that when I wanna look back to the time where I feel like I find myself once again, I could easily read this and recall.
Because my memory is getting duller.
Alas, words just can’t describe how exciting the experience, adventure, that i had in the past week.
Ethnic, culture, the beauty of the nature (sighs). There’s just a lot to tell.
Here’s a simplification of what I feel. It’s magical.
In the past week, I feel like I found myself once again. I feel like I’m having my own world. I feel enough. I ain’t attatch to something addictive. There’s no such thing as confusion, I feel alive. It just so delightful.
Sad that I have to go back. Because I feel like I finally find who I really was, is and will be in that place.
"We
travel, initially, to lose ourselves;
and we travel, next, to find
ourselves.
We travel to open our hearts and eyes and learn more about the world than our newspapers will accommodate.
We travel to bring what little we can,
in our ignorance and knowledge,
to those parts of the globe whose riches are differently dispersed.
And we travel, in essence, to become young fools again
— to slow time down and get taken in,
and fall in love once more."
We travel to open our hearts and eyes and learn more about the world than our newspapers will accommodate.
We travel to bring what little we can,
in our ignorance and knowledge,
to those parts of the globe whose riches are differently dispersed.
And we travel, in essence, to become young fools again
— to slow time down and get taken in,
and fall in love once more."
- Pico Iyer
Langganan:
Postingan (Atom)

