Selasa, 18 April 2017

Self Healing #1

You have learned about hatred, 

taste a bit of pain 

and about to master the realm of lust. 

I hope the next one will be love, dear. 


I really hope it will. 


Because you deserve it.

18/04/2017

Kamis, 15 Desember 2016

"Hatred"


"Salah ngga sih, kalau Tuhan pingin diri ngerasain kebencian?" 

"Selama ini, selalu aja dinetralisir 'rasanya', ngga mau digubris kalau datang. Soalnya kan ngga baik ya?" 

"Tapi kan ada dualitas ya? Ngga bisa 'suka' aja."

"Mungkin "benci" yang kita kenal selama ini sifatnya destruktif. Jadi once dia dateng, kita ngga pernah coba buka pintu kita untuk kenal dia"

"Yaa mungkin Tuhan emang mau Diri mengenal apa itu "benci" kali. Supaya bisa ngerasain dan belajar rasa yang lain"


Monolog 05:43, minum susu sambil lihat teras.

Minggu, 16 Oktober 2016

Susah Tidur

Aku ngga bisa tidur.
Yuk bangun,
Kamu bonceng aku, naik motor kamu
Kita keliling Jakarta sampai aku ngantuk

Kita beli kacang rebus,
Lihat bus terakhir,
Orang pulang lembur,
Jalanan kosong,
Lampu kota,
Kita keliling Jakarta sampai Aku ngantuk.

Sampai Aku... Ngantuk

Sam..pai Aku.. Ngan...tuk..

Jagain yaa...



01. 25, Jakarta, 14 Oktober 2016

Minggu, 05 Juni 2016

Ruang Pikir

Tuan datang, tanpa memaksa tinggal
kedalam kediamanku yang telah tersusun kokoh.
Serta merta, kusisihkan sebagian ruang kecil pikiranku untuknya
Biar ia berdiam

Pikiran puguh terkotak-kotakkan
yang didominasi oleh
ruang tualang, sastra, bahasa,
rutinitas, gerak, dan rebah.

Namun  dari satu ruang kecil yang telah kusisihkan secara hati-hati
dan tanpa mendominasi
kau perlahan menyebar melalui celah laksana virus.
Menembus dinding-dinding sekat.
Meliputi seluruh komponen ruang,
memaksa untuk ada di segala

Dan kediamanku runtuh disusupi oleh entah apa.
Sistem ruangku rusak saling berbenturan, kacau
diliputi oleh segala ada.
Jadi senewan.


Semoga bertahan,


jangan ke hati.

Sudirman, 3 Juni 2016

Kamis, 17 Maret 2016

Dear Ale,

Dear Ale, 
I was always looking forward to the day where you were grow into a big dog. 
You are annoying yet funny in your own way.
If only I knew it was your last.

Rest In Peace Le. 

Selasa, 06 Oktober 2015

1x24



Ingin berbicara dengan mu tentang langit atau malam. Mungkin juga langit malam. Tentang bintang dan kemungkinan-kemungkinan semesta. Dunia paralel, penjelajah waktu, sang agung Galaksi Bimasakti, atau mungkin Planetarium di Cikini. Sambil duduk bersila atau memeluk lutut, meringkuk, menengadahkan kepala ke angkasa, di bawah milyaran bintang. Lalu kita berjeda hanya menatap angkasa, memandang lekat-lekat terpana oleh langit. Berbicara melalui jeda dan hening.  Tanpa kata, namun lebih banyak makna. Bicara tentang dunia paralel, boleh jadi aku dan kamu berparalel dalam satu dimensi, berbeda wujud namun satu pengalaman, satu rasa. Satu tujuan.


Ingin menikmati layang-layang terbang di langit sore bersamamu di pekarangan rumahku. Rebahan. Kita gelar karpet, sambil menunjuk-nunjuk layangan paling tinggi. Kadang bicara tentang angin atau betapa kita sama-sama suka senja. Dan bagaimana kamu juga ikut mengagumi pohon paling tinggi di belakang rumahku. Aku suka ranting-rantingnya menjulang tinggi tampak kokoh. Kamu suka bagaimana mereka merona jingga terpancar oleh matahari sore. Sampai akhirnya matahari mulai tenggelam bulan sabit mulai muncul lalu kita masuk ke dalam rumah.



Aku ingin berbicara denganmu tentang kabut putih di kaki gunung, sebelum sang surya muncul dari balik bukit. Tentang gigil dingin yang membuat gigi terkatup. Atau bagaimana cahaya fajar yang menyingsing perlahan membias terdistorsi oleh kabut. Aku suka panas fajar yang menjalar menghangatkan tubuhku. Kamu suka pancar fajar yang menerangi punggungku. Lalu aku dan kamu sama-sama terdiam memejamkan mata. Hanya sekedar untuk mencoba menyatu. Dengan pagi.




05.07.15

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pukul 10

Ingin kembali ke masa lalu
dimana pukul 10 masih dianggap larut malam
Sehingga kita bisa tidur lebih cepat,
dan menjadi sederhana



30-9-15, di tengah kemonotonan dan arus hidup yang cepat